Review Buku What's Stopping You? - Timothy Armoo + Insights + Reflective Questions

Â
THE INSTANT NUMBER 1Â SUNDAY TIMESÂ BESTSELLER
Judul : What's Stopping You
Penulis : Timothy Armoo
Jenis Buku : Business Career
Penerbit : Michael Joseph, Penguin Random House UK
Tahun Terbit : 2026
Jumlah Halaman : 287 halaman
Dimensi Buku : 23.20 x 15.40 x 2.50 cm
Harga : Rp. 398.000*harga sewaktu-waktu dapat berubah
ISBN : 9780241719275
Paperback
Edisi Bahasa Inggris
Available at Periplus Bandung Bookstore
Â
Â
Sekelumit Tentang Isi
Buku "What's Stopping You?" karya Timothy Armoo merangkum 11 "cheatcodes" strategis yang menggabungkan perjalanan transformatif Armoo dari pemukiman padat hingga menjadi pengusaha sukses dengan langkah-langkah praktis untuk meretas hambatan hidup. Inti dari pesan buku ini adalah pentingnya menulis ulang narasi internal karena kita adalah produk dari cerita yang kita percayai tentang diri sendiri. Armoo mendorong pembaca untuk memandang ketidakpengalaman sebagai kekuatan untuk berinovasi dan mempraktikkan prinsip "do it scared" untuk melatih keberanian melalui tindakan nyata. Melalui alat-alat konkret seperti kerangka kerja STIRE untuk membangun jaringan dan fokus pada "Internal Scorecard" untuk mengukur kemajuan pribadi, buku ini memberikan peta jalan bagi siapa saja untuk mengambil kendali penuh atas masa depan mereka.
Yuk cek dulu daftar isinya.
Contents
Introduction: Why Should You Listen To Me? Or How a Gangster Saved My Life
Cheatcode 1: We Are The Stories We Tell Ourselves
Cheatcode 2: Your Inexperience Is a Superpower
Cheatcode 3: Make It Easy to Win
Cheatcode 4: Do It Scared
Cheatcode 5: Originality Is Overrated
Cheatcode 6: Build a Network When You're a Nobody
Cheatcode 7: Ego is the Enemy
Cheatcode 8: It's Not That Deep
Cheatcode 9: Your Internal Scorecard
Cheatcode 10: How To Get Lucky
Cheatcode 11: Everything Big Starts Small
Â
Author
Tumbuh besar di perumahan sosial di London Selatan, Armoo menemukan bisnis sejak usia muda dan melihatnya sebagai cara untuk "mendapatkan kesuksesan". Pada usia 21 tahun, ia mendirikan agensi pemasaran influencer Fanbytes yang bekerja sama dengan merek-merek seperti Nike, Samsung, dan Pemerintah Inggris untuk menjangkau audiens Generasi Z. Pada usia 27 tahun, ia menjual bisnis tersebut dalam kesepakatan bernilai jutaan dolar kepada agensi independen Brainlabs. Sepanjang perjalanan, Armoo mengumpulkan sejumlah kerangka kerja mental dan prinsip bisnis - CheatCodes - yang kini ia bagikan kepada jutaan orang secara online agar mereka dapat memulai bisnis mereka. Armoo diakui dalam publikasi besar termasuk menjadi wajah Forbes30u30 dan dianugerahi Penghargaan Pengusaha Terbaik Tahun Ini dari Huffington Post.Â
Â
Review
Saya suka buku ini karena bahasa yang digunakan sederhana dan ramah bagi pembaca awam. Materinya dikemas untuk mudah dicerna. Pembagian poin-poinnya jelas, memudahkan navigasi isi buku. Meski ada kesan repetisi, namun bisa juga dilihat sebagai penguatan untuk pembaca. Konten buku ini juga mengeksplorasi pola pikir wirausaha sukses yang merupakan topik menarik dan selalu "bikin saya penasaran". Sajiannya lengkap, ada cerita, strategi, kerangka kerja, dan pemikiran inovatif. Tulisan Armoo menginspirasi dan memotivasi, tidak menghakimi, dan mendorong saya untuk melakukan transformasi diri.
Tentu saja opini pembaca bisa berbeda, ulasan buku ini memang bersifat subjektif, namun semoga tetap bermanfaat.
Â
Kutipan
Ada dua kutipan yang paling berkesan buat saya dari buku ini.
Kutipan pertama, "We are the stories we tell ourselves." Kita adalah cerita yang kita ceritakan pada diri sendiri - Halaman 11, 37.
Kutipan ini merupakan inti dari Cheatcode pertama Armoo. Ia menekankan bahwa narasi internal atau monolog batin kita memiliki kekuatan luar biasa untuk membentuk siapa diri kita dan apa yang bisa kita capai. Banyak orang merasa terhambat bukan karena faktor eksternal, melainkan karena "cerita" kegagalan atau keterbatasan yang mereka ulangi dalam pikiran mereka sendiri. Armoo mengajak pembaca untuk menantang narasi tersebut dan menulis ulang cerita hidup mereka agar bisa mencapai tingkat kesuksesan yang baru.
Kutipan kedua, "Do it scared." Lakukan saja meskipun merasa takut - Halaman 91, 93, 94.
Kutipan ini merangkum filosofi Armoo tentang keberanian. Ia mengutip Ralph Waldo Emerson yang menyatakan, "Lakukan hal yang kau takuti, maka kematian rasa takut itu pasti". Armoo berargumen bahwa kita tidak perlu menunggu rasa takut hilang untuk bertindak. Kita hanya perlu melatih "otot" untuk tetap melangkah di tengah ketakutan tersebut. Rasa takut akan kegagalan atau penilaian orang lain adalah hambatan universal. Konsep ini sangat relevan karena mengajarkan bahwa kemajuan tetap bisa terjadi berdampingan dengan rasa takut, dan tindakan adalah obat terbaik untuk kecemasan.
Kedua kutipan ini menangkap esensi pesan bahwa perubahan besar dimulai dari perubahan pola pikir internal dan keberanian untuk mengambil tindakan nyata tanpa menunggu kondisi yang sempurna
Â

Picture: Buku What's Stopping You
Â
Rekomendasi
Saya rekomendasikan buku ini untuk profesional yang ingin mengadopsi pola pikir yang mendukung kesuksesan di dunia bisnis dan kewirausahaan. Juga untuk individu yang merasa terhambat oleh rasa ragu atau self-doubt. Sangat relevan bagi siapa saja yang merasa stagnan karena narasi internal negatif atau merasa tidak mampu mencapai tujuan yang mereka cita-citakan. Cocok juga untuk generasi muda atau mereka yang "kurang pengalaman" karena di buku ini Timo menekankan bahwa ketidakpengalaman sebenarnya adalah sebuah "superpower". Buku ini sangat menginspirasi bagi mereka yang merasa tidak memiliki modal, privilese, atau koneksi awal, karena mengajarkan cara "meretas sistem" dan membangun jaringan dari titik nol. Saya rekomendasikan juga untuk para praktisi yang mencari wawasan praktis (langkah-langkah, alat, dan strategi konkret yang dapat segera diimplementasikan).
Secara keseluruhan, buku ini adalah panduan bagi siapa saja yang belum mencapai aspirasi hidupnya dan ingin belajar bagaimana menavigasi hambatan mental serta eksternal dengan cara yang strategis dan berani.
Â

Picture: Beberapa halaman pilihan pada buku What's Stopping You
Â
More Review + Insight + Reflective Questions
Â
Tujuan dan Audiens
Buku ini memiliki tujuan utama untuk menginspirasi dan mengedukasi pembaca melalui strategi praktis yang disebut Armoo sebagai "Cheatcodes". Timothy Armoo menulis buku ini untuk pembaca umum dan praktisi (terutama pengusaha muda) yang mencari wawasan yang dapat segera diterapkan untuk mengubah pola pikir dan mencapai kesuksesan. Melalui kisah transformasinya dari pemukiman padat di London hingga membangun bisnis bernilai jutaan pound, Timothy Armoo berhasil memenuhi tujuannya untuk menunjukkan bahwa kesuksesan bukanlah keberuntungan semata, melainkan hasil dari penerapan strategi yang tepat
Â
Tema Utama dan Poin Penting
Buku ini berfokus pada kekuatan narasi internal dan pemanfaatan ketakutan sebagai bahan bakar kemajuan. Beberapa tema sentral meliputi:
- Narasi Diri: Kita adalah cerita yang kita ceritakan pada diri sendiri; mengubah cerita ini adalah langkah pertama menuju perubahan hidup.
- Pengalaman vs. Inovasi: Ketidakpengalaman bukanlah hambatan, melainkan "superpower" yang memungkinkan cara berpikir baru (Cheatcode 2).
- Bertindak dalam Ketakutan: "Do It Scared", keberanian bukanlah absennya rasa takut, melainkan bertindak meskipun merasa takut
Â
Kekuatan dan Kelemahan
Menurut saya kekuatan buku ini terletak wawasan yang menggugah pikiran, aplikasi praktis yang detail, dan gaya narasi yang menarik. Contoh detail seperti penggunaan "The Gap vs The Gain" memberikan perspektif baru dalam mengukur kesuksesan.
Untuk kelemahan buku ini, fokus yang sangat kuat pada kewirausahaan mungkin membuat beberapa bagian terasa kurang relevan bagi pembaca yang mencari pertumbuhan di luar jalur bisnis profesional
Â
Suara dan Gaya KepenulisanÂ
Gaya penulisan Timothy Armoo adalah percakapan (conversational) dan persuasif. Dia menggunakan teknik bercerita yang hidup, seperti saat menceritakan kegagalan bisnis pertamanya atau tantangan saat mencari investor. Prosa yang dihasilkan mengalir lancar dan jauh dari kesan kaku atau terlalu akademis, sehingga menggugah minat pembaca (engaging)
Â
Konten dan Nilai Praktis
Isi buku ini disusun secara sangat logis ke dalam 11 bab yang masing-masing mewakili satu "Cheatcode". Meskipun berbasis pada pengalaman pribadi (anekdot), Armoo juga mengutip tokoh-tokoh besar seperti Steve Jobs, Serena Williams, dan Mark Zuckerberg untuk memperkuat argumennya.
Meskipun sudah banyak buku yang menawarkan perspektif tentang bagaimana seseorang yang memulai dari nol mutlak bisa berhasil dan sukses, namun Armoo efektif dalam menjelaskan konsep abstrak melalui analogi video game ("cheatcodes"), membuatnya relevan bagi audiens modern.
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah menyediakan alat konkret yang dapat langsung diimplementasikan, misalnya:
- STIRE Framework: Sebuah kerangka kerja detail untuk membangun jaringan (networking) yang terdiri dari Search, Track, Identify, Reach out, dan Exchange.
- Rule of 3: Strategi produktivitas untuk fokus pada tiga tugas kritis setiap hari.
- The Cheat Sheet: Ringkasan poin-poin utama di setiap akhir bab yang memudahkan pembaca mengingat kembali inti materi
Â
Pertimbangan Konteks yang Lebih Luas
Dalam literatur pengembangan diri, buku ini mengisi celah bagi individu yang merasa tidak memiliki "privilese" awal. Armoo menggunakan latar belakangnya sebagai imigran dan pemuda dari lingkungan kelas pekerja untuk memberikan kredibilitas pada argumennya bahwa sistem dapat "diretas" (hacked). Buku ini mencerminkan kekhawatiran masyarakat saat ini tentang mobilitas sosial dan hambatan mental.
Â
Insights - Summary
Timothy Armoo, seorang pengusaha sukses yang masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30, menegaskan bahwa kesuksesan bukanlah hasil dari keberuntungan semata, melainkan hasil dari penerapan strategi tertentu atau "cheatcodes" untuk menavigasi hambatan hidup. Buku ini disusun berdasarkan perjalanannya dari lingkungan miskin di London hingga membangun bisnis bernilai jutaan poundsterling.
Sebagai Pilar Utama, Armoo menekankan pada pola pikir dan tindakan. Ia membahas tentang narasi internal dan identitas diri di Cheatcode 1 dan 9. Kita adalah produk dari cerita yang kita ceritakan pada diri sendiri. Armoo menceritakan transformasinya dari seorang anak di perumahan kumuh yang merasa "ditakdirkan" gagal, menjadi seseorang yang secara sadar mengubah monolog batinnya untuk percaya bahwa ia bisa sukses. Ia juga menggunakan teknik "The Seven Spielberg Strategy" untuk memvisualisasikan masa depan. Di bagian ini ia membagikan metode Internal Scorecard dengan mengutip filosofi Warren Buffett tentang mengukur kesuksesan berdasarkan standar pribadi, bukan validasi eksternal, dan The Gap vs. The Gain yang mengutip Dan Sullivan tentang cara mengukur kemajuan: jangan fokus pada seberapa jauh kita dari tujuan akhir (The Gap), tapi lihatlah seberapa jauh kita telah melangkah dari titik awal (The Gain).
Armoo lalu menjelaskan manfaat kelemahan sebagai kekuatan di Cheatcode 2 dan 5. Ketidakpengalaman adalah "superpower" karena memungkinkan kita berpikir secara orisinal tanpa terbebani oleh norma industri lama. Untuk contoh kasus, Perusahaan Armoo, Fanbytes, memenangkan kontrak besar dengan pemerintah Inggris karena mereka memahami Snapchat dan media sosial jauh lebih baik daripada agensi iklan besar yang sudah mapan namun kaku. Armoo mengutip Mark Twain yang menyatakan bahwa tidak ada ide yang benar-benar baru; ide hanyalah kombinasi dari ide-ide lama, dan tentang bias konfirmasi dengan merujuk pada riset psikolog Peter Wason tentang kecenderungan manusia untuk hanya mencari informasi yang mendukung kepercayaan mereka saat ini.
Di Cheatcode 3, Armoo lalu memaparkan sistem yang mengalahkan motivasi. Kita tidak akan naik ke level tujuan kita, tetapi kita akan jatuh ke level sistem yang kita bangun. Armoo sangat merujuk pada buku "Atomic Habits" karya James Clear untuk menjelaskan pentingnya membangun sistem dan mengurangi gesekan (friction) dalam bertindak. Ia juga mengutip Maxwell Maltz dalam "Psycho-Cybernetics" mengenai bagaimana citra diri mempengaruhi perilaku.
Menurut Armoo, penting untuk berani bertindak di tengah ketakutan (Cheatcode 4). Prinsip "Do It Scared". Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan bertindak meskipun takut. Armoo menceritakan kegelisahannya saat pertama kali harus meminta pembayaran sebesar £10,000 dari calon klien, sebuah angka yang saat itu terasa sangat besar baginya. Mengutip Ralph Waldo Emerson: "Lakukan hal yang kau takuti, maka kematian rasa takut itu pasti".
Cheatcode 6, 10, dan 11 merupakan strategi pertumbuhan dan keberuntungan. Armoo membahas jaringan dan nilai di cheatcode 6. Membangun jaringan saat kita bukan siapa-siapa membutuhkan pertukaran nilai, bukan sekadar meminta bantuan. Contoh, Armoo menjangkau Russell Buckley dengan menawarkan wawasan spesifik tentang target audiens Gen Z, yang memberikan nilai nyata bagi Buckley. Strategi praktis yang ditawarkan berupa Kerangka kerja STIRE (Search, Track, Identify, Reach out, Exchange).
Keberuntungan adalah pertemuan antara persiapan dan kesempatan. Tingkatkan peluang keberuntungan dengan Cheatcode 10. Suatu studi Psikologi Kedermawanan menyebutkan riset tentang pengaruh pemberian permen kecil bersama tagihan di restoran yang secara signifikan meningkatkan jumlah tip, menunjukkan kekuatan timbal balik dan kemurahan hati. Sebagaimana Louis Pasteur pernah berkata ""Nasib baik berpihak pada pikiran yang siap".
Segala sesuatu yang besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Memulai dari yang kecil adalah inti Cheatcode kesebelas. Di bagian ini, Armoo menceritakan Deliveroo memulai layanan pengirimannya hanya di satu wilayah kecil di London sebelum berekspansi secara global serta Dropbox dan Groupon yang menggunakan konsep Minimum Viable Product (MVP) untuk menguji pasar sebelum membangun platform penuh.
Â
Menurut saya buku ini berhasil menggabungkan anekdot pribadi yang emosional dengan strategi bisnis yang praktis. Melalui 11 cheatcodes ini, Timothy Armoo memberikan peta jalan bagi siapa saja untuk "meretas" hambatan internal mereka dan mengambil kontrol penuh atas masa depan mereka.
*detail insights ada di bukuÂ
Â
Reflective Questions
1. Menghubungkan Konten dengan Pengalaman Pribadi (Personal Reflection). Pertanyaan ini bertujuan untuk memicu respon emosional dan mengaitkan isi buku dengan perjalanan hidup kita.
- Cheatcode 1 & 9: "Cerita (narasi internal) apa yang selama ini saya ulangi tentang kegagalan atau keterbatasan saya, dan bagaimana hidup saya akan berubah jika saya mulai menggunakan 'Internal Scorecard' untuk mengukur kesuksesan saya sendiri daripada mencari validasi eksternal?".
- Cheatcode 4: "Sebutkan satu momen di mana ketakutan menghentikan langkah saya; jika saya menerapkan prinsip 'Do It Scared' saat itu, tindakan kecil apa yang seharusnya saya ambil meskipun sedang merasa takut?".
2. Meningkatkan Berpikir Kritis (Critical Thinking). Gunakan pertanyaan ini untuk mengevaluasi keandalan argumen penulis dan keaslian idenya.
- Evaluasi Argumen: "Dari 11 Cheatcodes yang disajikan, mana yang paling menantang asumsi atau keyakinan lama saya, dan apakah penulis memberikan bukti atau analogi yang cukup kuat untuk meyakinkan saya agar mengubah perspektif tersebut?".
- Keaslian Ide: "Bagaimana strategi yang ditawarkan Timothy Armoo ini berbeda atau mengisi celah yang tidak ada dalam buku pengembangan diri lainnya yang pernah saya baca?".
3. Mendorong Kemandirian Belajar dan Penerapan Praktis (Practical Value). Pertanyaan ini memastikan Anda dapat mengamalkan saran yang diberikan dalam kehidupan nyata.
- Aplikasi STIRE: "Jika saya harus membangun jaringan dari nol menggunakan kerangka kerja STIRE, siapa tiga orang yang akan saya cari (Search) minggu ini, dan 'nilai' spesifik apa yang bisa saya tawarkan kepada mereka sebagai bentuk pertukaran (Exchange)?".
- Prinsip MVP (Cheatcode 11): "Apa visi besar saya yang selama ini terasa mengintimidasi, dan apa versi 'langkah terkecil' (Minimum Viable Step) yang bisa saya lakukan hari ini untuk mulai membangun momentum tanpa harus menunggu kondisi sempurna?".
4. Memperkuat Ingatan dan Makna (Key Takeaways & Learning Outcomes). Pertanyaan ini membantu Anda menyaring esensi buku agar tetap melekat dalam ingatan jangka panjang.
- Sintesis Makna: "Jika saya harus menjelaskan satu 'Cheatcode' paling transformatif dari buku ini kepada orang lain dalam satu menit, poin utama apa yang akan saya sampaikan agar maknanya tetap kuat bagi saya dan mereka?".
- Dampak Jangka Panjang: "Wawasan mana dari buku ini yang saya prediksi akan tetap relevan bagi karier saya dalam lima tahun ke depan, dan bagaimana saya akan memastikan sistem ini mengalahkan motivasi yang bersifat sementara?".
5. Analisis Konteks dan Suara Penulis (Voice & Style). Pertanyaan ini mengajak Anda melihat bagaimana cara penyampaian mempengaruhi pemahaman Anda.
- "Bagaimana latar belakang Timothy Armoo sebagai pengusaha yang memulai dari nol mempengaruhi kepercayaan saya terhadap strategi yang ia bagikan, dan apakah nada bicaranya yang bersifat percakapan (conversational) membuat konsep yang kompleks menjadi lebih mudah saya pahami?".
*Pilihlah satu atau dua pertanyaan setiap kali menyelesaikan satu bab. Tulis jawabab di jurnal akan sangat membantu dalam memperkuat retensi informasi dan memastikan transisi kita menjadi pembaca yang aktif.
Â
Refleksi Pribadi
Buat saya pribadi, buku ini menginspirasi saya untuk menerapkan konsep "Internal Scorecard" (Cheatcode 9). Ini bakal menarik karena menantang asumsi umum tentang perlunya validasi eksternal dan mengajak saya untuk mendefinisikan kesuksesan berdasarkan nilai-nilai pribadi saya sendiri. Ada keseimbangan antara inspirasi dan eksekusi yang saya suka dari format buku Armoo ini. Buku yang cocok untuk dibaca dalam satu akhir pekan, lalu direnungkan dan dijadikan bagian dari referensi jangka panjang.
Â
-------------------Â
-------------------------------------------------------------------------

Â
Dipidiff.com adalah sebuah media edukasi yang menginspirasi melalui beragam topik pengembangan diri, rekomendasi buku-buku, dan gaya hidup yang bervibrasi positif.
Diana Fitri, biasa dipanggil Dipi, adalah seorang ibu yang gemar berkebun, dan rutin berolahraga. Gaya hidup sehat dan bervibrasi positif adalah dua hal yang selalu ia upayakan dalam keseharian. Sambil mengasuh putra satu-satunya, ia juga tetap produktif dan berusaha berkembang secara kognitif, sosial, mental dan spiritual.
Lulusan prodi Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran, Dipi lalu melanjutkan studi ke magister konsentrasi Pemasaran, namun pekerjaannya justru banyak berada di bidang edukasi, di antaranya guru di Sekolah Tunas Unggul, sekolah International Baccalaureate (IB), dan kepala Kemahasiswaan di Universitas Indonesia Membangun. Setelah resign tahun 2016, Dipi membangun personal brand Dipidiff hingga saat ini.
Sebagai Certified BNSP Public Speaker dan Certified BNSP Trainer, serta certified IALC coach, (certified BNSP Master Trainer, certified BNSP NLP, certified BNSP Komunikasi, certified internasional coach ICF, certified EQ, dan certified Pengembangan Kurikulum dan Fasilitas Pelatihan -- on planning 2026). Dipi diundang oleh berbagai perusahaan, komunitas dan Lembaga Pendidikan untuk berbagi topik membaca, menulis, mereviu buku, public speaking, dan pengembangan diri, misalnya di Kementrian Keuangan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, BREED, Woman Urban Book Club, Lions Clubs, Bandung Independent School, The Lady Book Club, Buku Berjalan.id, SMAN 24 Bandung, SMAN 22 Bandung, Mega Andalan Kalasan, Manulife Indonesia, SERA ASTRA, dan lain-lain. Selama dua tahun menjadi pemateri rutin di platform edukasi Cakap.com. Dipi meng-coaching-mentoring remaja dan dewasa di Growth Tracker Program, ini adalah program pribadi, yang membantu (terutama) remaja dan dewasa muda untuk menemukan passion dan mengeluarkan potensi mereka.Â
Berstatus bookblogger, reviu-reviu buku yang ia tulis selalu menempati entry teratas di halaman pertama mesin pencari Google, menyajikan ulasan terbaik untuk ribuan pembaca setia. Saat ini Dipi adalah brand ambassador untuk Periplus Bandung dan berafiliasi dengan Periplus Indonesia di berbagai event literasi. Dipi juga pernah menjadi Official Reviewer untuk Republika Penerbit dan berpartner resmi dengan MCL Publisher. Kolaborasi buku-bukunya, antara lain dengan One Peach Media, Hanum Salsabiela Rais Management, KPG, Penerbit Pop, Penerbit Renebook, dan Penerbit Serambi. Reviu buku Dipi bisa dijumpai di www.dipidiff.com maupun Instagram @dipidiffofficial. Dulu sempat menikmati masa menjadi host di program buku di NBS Radio dan menulis drop script acara Indonesia Kemarin di B Radio bersama penyiar kondang Sofia Rubianto (Nata Nadia). Podcast Dipi bisa diakses di Youtube Dipidiff Official.
Let's encourage each other to shape a better future through education and book recommendation.
Contact Dipidiff at DM Instagram @dipidiffofficial
Â
Â
Â
Â
Â
Hits: 2074TERBARU - ARTIKEL PENGEMBANGAN DIRI & TERAPI TANAMAN
Kuasai Mindset, Ubah Hidup: Panduan Berp…
19-02-2026
Dipidiff

 Cara Berpikir Positif, Produktif, dan Bermanfaat dengan Menguasai Mindset "In a growth mindset, challenges are exciting rather than threatening. So rather than thinking, oh, I'm going to reveal my weaknesses, you...
Read moreCara Mewujudkan Impian dengan Manifestas…
03-11-2024
Dipidiff

Updated 24 Februari 2025 Â Â I think human beings must have faith or must look for faith, otherwise our life is empty, empty. To live and not to know why the cranes...
Read moreMengapa Ringkasan Buku Itu Penting?
19-06-2022
Dipidiff

 Pernah ga sih teman-teman merasakan suatu kebutuhan yang sebenarnya mendesak namun seringkali diabaikan? Mungkin karena rasanya kebutuhan ini sepele, atau mungkin dia tidak terasa mendesak sampe ketika waktunya tiba mendadak...
Read more10 Tips Mengatasi Kesepian
05-12-2021
Dipidiff

 Apakah kamu akhir-akhir ini merasa kesepian? Rasa sepi ini ga cuma hadir saat sendiri, tapi juga di tengah keramaian, atau bahkan saat bersama orang-orang terdekat. Ada sebuah rasa hampa yang...
Read moreCara Membuat Perpustakaan Pribadi di Rum…
25-09-2020
Dipidiff

 Perpustakaan sendiri punya kenangan yang mendalam di benak saya. Saya yakin teman-teman juga punya memori tersendiri ya tentang library. Baca juga "Arti Perpustakaan Bagi Para Pecinta Buku" Baca juga "Perpustakaan Luar...
Read more









